Kamis, 24 Maret 2016

Save Our World

                                               "Dewa anak kecil penyapu terminal"

                  Dewa adalah anak kecil penyapu di terminal, tepatnya diterminal Kampung Melayu, keluarganya berjumlah enam orang. Ibunya sudah meninggal karena sakit 2 tahun yang lalu, ayahnya sakit dan harus beristirahat dirumah, juga mempunyai 2 kakak dan 2 adek. Kakak yang pertama meninggal karena ketabrak kereta, kakak yang kedua pergi meninggalkan rumah, sedangkan kedua adeknya tinggal dirumah bersama ia dan ayahnya. Oleh karena itu Dewa yang harus menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah.


                   Setiap hari Dewa harus bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Ia bekerja di Terminal Kampung Melayu sebagai tukang sapu, untuk dapat sampai di terminal, ia harus berjalan dari rumahnya di Perumpung dengan berjalan kaki dan tidak memakai alas kaki. Dewa bekerja dari jam 9 sampai jam 12, setiap hari Dewa hanya mendapat upah 5000 rupiah. Dia juga bersekolah di SD 06 di kampungnya kelas 3, dan berangkat siang. Ia pernah berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluargnya yang tidak memungkinkan ia untuk bersekolah. Setelah selesai pulang kerja ia langsung membeli makan di warteg.
Dewa : "Bu beli nasi lauknya tempe sama bakwan"
Penjual : "Iya sebentar"
Dewa : "Iya bu. (sambil duduk menunggu)
Penjual :"Ini nasinya.
Dewa : "Iya bu, ini uangnya
Uang 5000 dari hasil kerjanya tadi digunakan untuk membeli makan 1 bungkus. Makanan tadi dimakan bersama sama dengan ayah dan kedua adeknya.  
Setelah membeli makan tadi dan membawanya kerumah. Dewa langsung siap siap berangkat sekolah.


               Dewa memang baru 12 hari bekerja ditempat itu tetapi dewa sangatlah hebat karena ia bekerja dari jam 9 sampee jam 12 dengan upah yang sangat sedikit yaitu 5000. Dan uang 5000 itu digunakan dewa untuk membeli nasi 1 bungkus dengan lauk bakwan, mendoan dan dimakan empat orang yaitu bapak, ia, dan juga kedua adeknya.  Dewa juga bercita cita ingin menjadi pemain sepak bola. Ia sangat merasa sedih dan kehilangan. 



Pesan yang dapat kita ambil dari kisah cerita kehidupan dewa adalah kita harus dapat selalu mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita, kita harus bisa merasakan apa yang dirasain oleh orang lain. Karena dibawah itu masih banyak orang yang ingin menjadi kita, jangan suka mengeluh kepada orangtua. Hidup enggakk selalu di atass guys :)


Selasa, 22 Maret 2016

Salah satu cerpen tentang kisah kehidupan anak penyapu terminal dan keluarganya

Dewa penyapu terminal



                Siang itu ada lima orang siswa SMA yang bernama Bella, Pingkan Benny, Angel dan Rian.
 Ketika kami berjalan menyusuri jatinegara, kami tidak mendapatkan narasumber yang kami inginkan dan kamipun beralih ke terminal kampung melayu. Setelah sampai disana kita tidak langsung mendapatkan narasumber yang tepat, kurang lebih lima menit kita mendapatkan narasumber yang berada di halte bus transjakarta.
Lalu kami mewawancarinya :

R : nama adek siapa ?
N : dewa
R : dewa disini kerjanya nyapu terminal ?
N : iya
R : udah berapa lama kerjanya ?
N : baru 12 hari
R : emangg orangg tuanya dewa kerja apa ? 

Setelah mendengar pertanyaan itu dewa terdiam dan langsung menangis.

 

N : ibu dewa udah meninggal, kalo bapak lagi enggak kerja
R : kenapa ?
N : ibu dewa sakit, bapak dewa enggak kerja gara gara tangannya sakit angkat barang dipasar
R : ibu meninggalnya kapan ?
N : udah 2 tahun yang lalu
R : dewa punya saudara ?
N : punya kakak 2, adek 2
R : mereka pada kemana ?
N : kakak dewa yang sayu meninggal, yang satu pergi enggak tau kemana. Kalo adek ada dirumah
R : dewa kalo kerja jam segini sampe jam berapa ? emangnya enggak sekolah ?
N : jam 9 sampe jam 12, sekolah tapi berangkatnya siang

           Dewa memang baru 12 hari bekerja ditempat itu tetapi dewa sangatlah hebat karena ia bekerja dari jam 9 sampee jam 12 dengan upah yang sangat sedikit yaitu 5000. Dan uang 5000 itu digunakan dewa untuk membeli nasi 1 bungkus dengan lauk bakwan, mendoan dan dimakan empat orang yaitu bapak, ia, dan juga kedua adeknya.

            Saat pewawancara tersebut ingin kerumahnya dewa, ia tidak mengijinkannya dikarenakan ayah dewa melarang orang lain tidak boleh diajak kerumah dewa karna ayah dewa sedang pergi kerumah kakaknya dan saat dewa ditanya rumah kakaknya dia menjawab tidak tau.

            Dewa bercita cita ingin menjadi pemain sepak bola dan para siswa itu memberi pesan kepada dewa untuk terus belajar dan bekerja keras. Sesusah wawancara tersebut dewa diajak membeli makan di warteg dekat terminal untuk keluarganya. Dan setelah selesai dewapun pamit pulang dengan senyum bahagia.

Pesan yang dapat kita ambil dari kisah cerita kehidupan dewa adalah kita harus dapat selalu mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita, kita harus bisa merasakan apa yang dirasain oleh orang lain. Karena dibawah itu masih banyak orang yang ingin menjadi kita, jangan suka mengeluh kepada orangtua. Hidup enggakk selalu di atass guys :)


Minggu, 13 Maret 2016

Claurisaaa

Pengertian Lingkungan, Lingkungan hidup dan Upaya Pelestarian

PENGERTIAN LINGKUNGAN

           Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang

LINGKUNGAN HIDUP
 
          Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.
Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur Hayati (Biotik)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.

2. Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsurlingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

         Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasanlingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de

Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
 a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
 b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan.
b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka panjang.
Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang SistemPerencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:
a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai   Dampak Lingkungan).
d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:
1) Menanggulangi kasus pencemaran.
2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:
a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

b. Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.
Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara.Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

d. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.

Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

e. Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.