Selasa, 22 Maret 2016

Salah satu cerpen tentang kisah kehidupan anak penyapu terminal dan keluarganya

Dewa penyapu terminal



                Siang itu ada lima orang siswa SMA yang bernama Bella, Pingkan Benny, Angel dan Rian.
 Ketika kami berjalan menyusuri jatinegara, kami tidak mendapatkan narasumber yang kami inginkan dan kamipun beralih ke terminal kampung melayu. Setelah sampai disana kita tidak langsung mendapatkan narasumber yang tepat, kurang lebih lima menit kita mendapatkan narasumber yang berada di halte bus transjakarta.
Lalu kami mewawancarinya :

R : nama adek siapa ?
N : dewa
R : dewa disini kerjanya nyapu terminal ?
N : iya
R : udah berapa lama kerjanya ?
N : baru 12 hari
R : emangg orangg tuanya dewa kerja apa ? 

Setelah mendengar pertanyaan itu dewa terdiam dan langsung menangis.

 

N : ibu dewa udah meninggal, kalo bapak lagi enggak kerja
R : kenapa ?
N : ibu dewa sakit, bapak dewa enggak kerja gara gara tangannya sakit angkat barang dipasar
R : ibu meninggalnya kapan ?
N : udah 2 tahun yang lalu
R : dewa punya saudara ?
N : punya kakak 2, adek 2
R : mereka pada kemana ?
N : kakak dewa yang sayu meninggal, yang satu pergi enggak tau kemana. Kalo adek ada dirumah
R : dewa kalo kerja jam segini sampe jam berapa ? emangnya enggak sekolah ?
N : jam 9 sampe jam 12, sekolah tapi berangkatnya siang

           Dewa memang baru 12 hari bekerja ditempat itu tetapi dewa sangatlah hebat karena ia bekerja dari jam 9 sampee jam 12 dengan upah yang sangat sedikit yaitu 5000. Dan uang 5000 itu digunakan dewa untuk membeli nasi 1 bungkus dengan lauk bakwan, mendoan dan dimakan empat orang yaitu bapak, ia, dan juga kedua adeknya.

            Saat pewawancara tersebut ingin kerumahnya dewa, ia tidak mengijinkannya dikarenakan ayah dewa melarang orang lain tidak boleh diajak kerumah dewa karna ayah dewa sedang pergi kerumah kakaknya dan saat dewa ditanya rumah kakaknya dia menjawab tidak tau.

            Dewa bercita cita ingin menjadi pemain sepak bola dan para siswa itu memberi pesan kepada dewa untuk terus belajar dan bekerja keras. Sesusah wawancara tersebut dewa diajak membeli makan di warteg dekat terminal untuk keluarganya. Dan setelah selesai dewapun pamit pulang dengan senyum bahagia.

Pesan yang dapat kita ambil dari kisah cerita kehidupan dewa adalah kita harus dapat selalu mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita, kita harus bisa merasakan apa yang dirasain oleh orang lain. Karena dibawah itu masih banyak orang yang ingin menjadi kita, jangan suka mengeluh kepada orangtua. Hidup enggakk selalu di atass guys :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar