Dewa adalah anak kecil penyapu di terminal, tepatnya diterminal Kampung Melayu, keluarganya berjumlah enam orang. Ibunya sudah meninggal karena sakit 2 tahun yang lalu, ayahnya sakit dan harus beristirahat dirumah, juga mempunyai 2 kakak dan 2 adek. Kakak yang pertama meninggal karena ketabrak kereta, kakak yang kedua pergi meninggalkan rumah, sedangkan kedua adeknya tinggal dirumah bersama ia dan ayahnya. Oleh karena itu Dewa yang harus menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah.
Setiap hari Dewa harus bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Ia bekerja di Terminal Kampung Melayu sebagai tukang sapu, untuk dapat sampai di terminal, ia harus berjalan dari rumahnya di Perumpung dengan berjalan kaki dan tidak memakai alas kaki. Dewa bekerja dari jam 9 sampai jam 12, setiap hari Dewa hanya mendapat upah 5000 rupiah. Dia juga bersekolah di SD 06 di kampungnya kelas 3, dan berangkat siang. Ia pernah berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluargnya yang tidak memungkinkan ia untuk bersekolah. Setelah selesai pulang kerja ia langsung membeli makan di warteg.
Dewa : "Bu beli nasi lauknya tempe sama bakwan"
Penjual : "Iya sebentar"
Dewa : "Iya bu. (sambil duduk menunggu)
Penjual :"Ini nasinya.
Dewa : "Iya bu, ini uangnya
Uang 5000 dari hasil kerjanya tadi digunakan untuk membeli makan 1 bungkus. Makanan tadi dimakan bersama sama dengan ayah dan kedua adeknya.
Setelah membeli makan tadi dan membawanya kerumah. Dewa langsung siap siap berangkat sekolah.
Dewa memang baru 12 hari bekerja ditempat itu tetapi dewa sangatlah hebat karena ia bekerja dari jam 9 sampee jam 12 dengan upah yang sangat sedikit yaitu 5000. Dan uang 5000 itu digunakan dewa untuk membeli nasi 1 bungkus dengan lauk bakwan, mendoan dan dimakan empat orang yaitu bapak, ia, dan juga kedua adeknya. Dewa juga bercita cita ingin menjadi pemain sepak bola. Ia sangat merasa sedih dan kehilangan.
Pesan
yang dapat kita ambil dari kisah cerita kehidupan dewa adalah kita
harus dapat selalu mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita, kita
harus bisa merasakan apa yang dirasain oleh orang lain. Karena dibawah
itu masih banyak orang yang ingin menjadi kita, jangan suka mengeluh
kepada orangtua. Hidup enggakk selalu di atass guys :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar